Optimalkan Keterbukaan Informasi, Diskominfo Nganjuk Gelar Rakor Persiapan Visitasi PPID Desa


 2025-09-10 |  Desa Malangsari

Tiga desa di Kabupaten Nganjuk berhasil lolos ke tahap visitasi atau penilaian lapangan Keterbukaan Informasi Publik 2025 yang digelar Komisi Informasi (KI) Jawa Timur. Ketiga desa tersebut yakni Desa Sekarputih (Bagor), Desa Kemaduh (Baron), dan Desa Malangsari (Tanjunganom).

Sebagai langkah persiapan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Nganjuk mengadakan rapat koordinasi bersama Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa pada Selasa (9/9/2025) di Ruang Kreatif Kominfo.

Kepala Diskominfo Nganjuk, Subani, menyampaikan optimismenya bahwa ketiga desa mampu melangkah ke tahap berikutnya. “Kami siap menjadikan desa-desa di Nganjuk sebagai desa informatif dengan raihan top score di Jawa Timur,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya ketiga desa tersebut telah melewati tahap verifikasi dan penilaian Self Assessment Questionnaire (SAQ) oleh Tim KI Jatim. Dalam visitasi mendatang, tim akan menyocokkan data yang telah diunggah dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk kelengkapan dokumen pendukung.

“Kami mendorong desa agar menyuguhkan yang terbaik, berkoordinasi, dan bersama-sama menghadirkan desa yang informatif,” tambah Subani.

Lebih lanjut, ia berharap keterbukaan informasi publik di desa dapat menjadi ruang transparansi bagi masyarakat.

“Ke depan, kami juga akan menggelar lomba PPID Desa/Kelurahan tingkat Kabupaten. Harapannya, 284 desa/kelurahan di Nganjuk dapat menjadi desa informatif yang transparan, akuntabel, dan partisipatif,” jelasnya.

Kepala Bidang Statistik Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Hari Purwanto, menambahkan bahwa visitasi akan berlangsung pada 10–26 September 2025. Desa-desa peserta diminta mempersiapkan seluruh dokumen pendukung. Setelah tahap ini, proses dilanjutkan dengan wawancara oleh dewan juri untuk mengukur komitmen desa dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, Desa Malangsari memperoleh skor SAQ tertinggi dengan nilai 93,71, disusul Desa Sekarputih 89,71, dan Desa Kemaduh 88,57. “Kami berharap semua desa bisa lolos dan meraih kategori informatif,” pungkas Hari.