Dampak Angin Muson Australia, Nganjuk Masih Berpotensi Dilanda Angin Kencang


 2025-09-09 |  Desa Malangsari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk memperkirakan angin kencang masih berpotensi melanda wilayah Nganjuk selama dua hingga tiga hari ke depan. Kondisi ini disebabkan oleh pengaruh angin muson Australia yang aktif selama musim kemarau.

"Angin kencang yang terjadi di Jawa Timur, terutama di wilayah Nganjuk, disebabkan oleh angin muson Australia," jelas Setiyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya BMKG Nganjuk, seperti dikutip dari CakraKrisna.com, Selasa (9/9/2025).

Angin muson Australia membawa udara dingin dan kering dari benua Australia menuju wilayah Asia, termasuk Indonesia. Di Nganjuk, angin ini dapat terasa cukup kencang karena pergerakan massa udara dari wilayah bertekanan tinggi ke wilayah bertekanan rendah, yang saat ini berada di barat Sumatera dan Selat Sulawesi.

Setiyaris menambahkan, arah angin dari tenggara dan selatan membawa suhu udara berkisar antara 20-33 derajat Celsius dengan kelembapan antara 50-90 persen.

Selain potensi angin kencang, BMKG juga memprakirakan adanya hujan lokal di wilayah Nganjuk pada 10 dan 11 September 2025. Hujan ini bersifat tidak merata dan dapat terjadi meskipun masih berada dalam periode musim kemarau.

Menurut Setiyaris, hal ini disebabkan oleh fenomena gelombang Rossby ekuator, yaitu gelombang atmosfer yang bergerak di sekitar garis ekuator dan membawa massa udara lembap. “Gelombang ini mendorong pertumbuhan awan hujan dan bisa menyebabkan hujan ringan hingga sedang,” terangnya.

BMKG Nganjuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis. Jika terjadi hujan secara tiba-tiba, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti keberadaan pohon yang rawan tumbang atau baliho yang bisa roboh akibat angin kencang.

Dengan kondisi cuaca yang bisa berubah dan adanya potensi angin kencang, BMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui aplikasi infoBMKG atau situs resmi BMKG.