Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Rabu (3/09/2025) di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Nganjuk, menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Ia menekankan, tanpa masyarakat yang sehat, potensi lain seperti kecerdasan dan kesejahteraan ekonomi tidak akan berarti.
“Kesehatan itu bukan sekadar pilar, melainkan fondasi. Pondasi pembangunan adalah kesehatan. Maka, pelayanan dasar harus benar-benar kita kuatkan,” tegas Bupati Marhaen.
Sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, melalui Dinas Kesehatan akan mengedepankan promosi kesehatan (promkes) yang lebih inovatif dengan pendekatan segmentasi masyarakat.
Ia mendorong penggunaan strategi kreatif dengan melibatkan keilmuan lain seperti psikologi, marketing, dan negosiasi dalam program kesehatan. Selain itu, ia mengusulkan kerja sama strategis dengan perguruan tinggi, termasuk Stikes Satria Bakti atau sekolah kesehatan lainnya, dengan memanfaatkan mahasiswa praktik untuk mendukung pelaksanaan program di sekolah-sekolah, seperti pemeriksaan golongan darah bagi pelajar.
“Banyak siswa ternyata belum tahu golongan darahnya. Hal ini menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masih perlu ditingkatkan,” ujar Marhaen.
Menurut Bupati, tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah faktor psikologis masyarakat, yakni rasa takut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena khawatir terdeteksi penyakit. Program promkes ke depan harus mampu mengatasi hal ini agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.
Pelaksanaan program direncanakan berlangsung serentak di seluruh wilayah, meskipun diakui akan menghadapi tantangan di daerah padat penduduk seperti Kecamatan Nganjuk, Tanjunganom, dan Kertosono.
“Konsepnya harus disiapkan dengan matang. Ini harus serentak dan bareng, karena program ini merupakan bagian dari kebijakan Bapak Presiden yang harus kita kawal bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, dr. Tien Farida Yani, MMRS, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk akan merespon arahan dari Bupati Nganjuk. Pihaknya akan melakukan advokasi dan promosi lintas sektor, untuk meningkatkan capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) ini. Hadir juga dalam pertemuan hari ini, 20 Kepala Puskesmas se Kabupaten Nganjuk dan berkomitmen untuk mensukseskan peningkatan capaian PKG di Kabupaten Nganjuk.
Dinkes juga menekankan skrining orang terduga tuberkulosis mendapatkan pemeriksaan dan ditangani sesuai standar (Temukan Obati Sampai Sembuh/TOSS TBC), yang tentunya juga diperlukan dukungan dan kepedulian dari lintas sektor.