Musim kemarau di Kabupaten Nganjuk tak hanya identik dengan panas terik dan minimnya curah hujan. Wilayah yang dikenal sebagai “Kota Angin” ini juga menghadapi tantangan unik: hembusan angin kencang yang kerap lebih kuat dibanding daerah lain di Jawa Timur. Kondisi ini membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Berikut beberapa tips penting yang disampaikan yang bisa dilakukan warga Nganjuk untuk menghadapi musim kemarau disertai angin kencang:
1. Hindari Pembakaran Terbuka
Percikan api sekecil apa pun bisa cepat membesar saat diterpa angin kencang. Warga diimbau tidak membakar sampah, jerami, atau ranting kering di area terbuka.
2. Jaga Stok dan Hemat Air
Kemarau berpotensi memicu kekeringan. Gunakan air secukupnya, perbaiki kebocoran pipa, dan manfaatkan penampungan air hujan untuk kebutuhan non-konsumsi.
3. Amankan Barang dan Struktur di Luar Rumah
Pastikan atap, spanduk, jemuran, atau benda-benda ringan di halaman rumah terikat kuat agar tidak terbang terbawa angin.
4. Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar
Angin kencang di musim kemarau sering membawa debu tebal yang dapat memicu gangguan pernapasan seperti ISPA.
5. Bersihkan Daerah Sekitar dari Ranting dan Sampah Kering
Tumpukan material kering sangat mudah terbakar. Lakukan pembersihan rutin di pekarangan, kebun, atau lahan kosong di sekitar permukiman.
6. Waspadai Pohon Tua atau Rapuh
Angin kencang dapat merobohkan pohon yang sudah lapuk. Hindari parkir atau berteduh di bawahnya, dan laporkan ke pihak berwenang jika ada pohon berisiko tumbang.
Dengan beberapa tips di atas, warga Nganjuk diharapkan juga untuk saling mengingatkan kepada tetangga sekitar atau orang lain untuk tetap waspada dalam menghadapi musim kemarau kali ini.