Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Unit Kompetensi yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Kamis, 17 Juli 2025, di Pendopo KRT Sosrokoesoemo. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Mas Handy, dan akan berlangsung selama 10 hari, mulai 17 hingga 26 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Mas Handy menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai strategi utama untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk. Ia menyampaikan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Nganjuk berhasil ditekan dari 4,68% pada tahun 2023 menjadi 3,87% pada 2024. Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat dari 66,89% menjadi 69,79%, yang menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat untuk masuk ke dunia kerja.
Pelatihan ini diikuti oleh 132 peserta yang terbagi dalam beberapa kategori, antara lain pelatihan barber sebanyak 40 orang, pelatihan menjahit 15 orang, pelatihan servis motor 20 orang, pelatihan menjahit untuk penyandang disabilitas 20 orang, penerima bantuan UMKM 28 orang, serta penerima santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 9 orang.
Menjelang akhir acara, Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, turut hadir setelah menyelesaikan agenda dinas di lokasi lain. Dalam sambutannya, Kang Marhaen menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan mendorong mereka untuk terus semangat dalam berproses, belajar, dan menjadi pribadi yang mandiri. Ia juga berharap melalui pelatihan ini dapat lahir wirausaha-wirausaha baru yang mampu bersaing dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, diserahkan pula berbagai bantuan secara simbolis. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan alat tulis kantor (ATK) untuk peserta pelatihan barber, menjahit, dan servis motor kepada 9 orang perwakilan. Selain itu, mesin jahit diserahkan kepada peserta menjahit disabilitas, simbolis kepada 3 dari total 20 orang.
Bantuan modal usaha juga diberikan kepada 28 pelaku UMKM dengan nilai masing-masing Rp1 juta yang bersumber dari Baznas Kabupaten Nganjuk, diserahkan secara simbolis kepada 4 orang. Sementara itu, ahli waris dari 9 orang peserta menerima santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui pelatihan berbasis keterampilan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap peserta tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri. Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi dan keterampilan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendukung, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Pemkab Nganjuk dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi saat ini.