Pemkab Nganjuk dan Kominfo Tingkatkan Kompetensi Digital Guru, Siswa, dan UMKM


 2025-07-05 |  Desa Malangsari

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) resmi menggelar kegiatan bimbingan teknis peningkatan kompetensi digital. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, di Pendopo KRT Sosro Koesoemo pada Rabu, 2 Juli 2025. Program ini menyasar guru, siswa, serta pelaku UMKM di Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara BAKTI Kominfo dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Surabaya. Tujuan utamanya adalah mendukung implementasi Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) Telekomunikasi dan Informatika di daerah-daerah yang membutuhkan penguatan akses dan pemahaman teknologi informasi.

Dalam sambutannya, Bupati Kang Marhaen menekankan bahwa peningkatan kompetensi teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter. “Saya titip pesan kepada para narasumber, agar warga Nganjuk—terutama guru dan siswa—dibekali bukan hanya keterampilan teknologi, tapi juga karakter, mental juara, dan sikap yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Layanan Teknologi Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah, Dr. Yulis Widyo Marfi’an, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kecakapan digital peserta. Ia menekankan pentingnya literasi digital yang bertanggung jawab dan beretika dalam menciptakan konten serta mengakses informasi secara cerdas.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juli 2025. Pesertanya berasal dari berbagai sekolah penerima bantuan akses internet dan pelaku UMKM dari seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk. Mereka akan dibekali materi terkait penguasaan teknologi digital dan praktik pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan ekonomi.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Nganjuk semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek keterampilan teknologi, tetapi juga dalam hal karakter dan etika digital. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi langkah strategis dalam menyongsong era digital yang inklusif dan berkelanjutan.