BNN Nganjuk Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Peringatan HANI 2025


 2025-06-27 |  Desa Malangsari

Nganjuk, PING- Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk menggelar talkshow bertema “Peran Perempuan dalam Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Menuju Indonesia Emas dan Bersinar”. Acara ini disiarkan melalui Radio Suara Anjuk Ladang pada 26 Juni 2025 dan menghadirkan Kepala BNNK Nganjuk, AKBP L. Dewi Indarwati, A.M.K., S.H., M.M., sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Dewi menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga dan masyarakat dari penyalahgunaan narkoba. Ia menyatakan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat membentuk generasi emas bebas narkoba. “Perempuan adalah pilar utama dalam membangun keluarga sehat dan lingkungan yang bersih dari narkoba,” ujarnya.

BNN Nganjuk juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), salah satunya melalui penguatan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Program ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam mengawal lingkungan masing-masing dari bahaya narkoba.

Kepala BNNK Nganjuk menambahkan bahwa perempuan memiliki peran sentral sebagai pendidik pertama dalam keluarga. “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Ketika perempuan sadar dan peduli terhadap bahaya narkoba, kita memiliki pondasi kuat untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan zat terlarang,” jelasnya.

HANI 2025, menurut AKBP Dewi, menjadi momentum refleksi dan ajakan bagi seluruh elemen masyarakat, terutama perempuan, untuk lebih aktif dalam pengawasan dan edukasi terhadap anak-anak dan generasi muda. Dengan keterlibatan perempuan dalam pencegahan, maka upaya memutus rantai peredaran gelap narkoba dapat berjalan lebih efektif.

Melalui peringatan ini, BNN Kabupaten Nganjuk ingin menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat atau pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral bersama. Kaum perempuan, sebagai pilar keluarga dan penggerak sosial, diharapkan menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bersih dari narkoba.