Fenomena gangguan pencernaan yang berkaitan erat dengan kondisi psikologis, khususnya kecemasan, kian menjadi perhatian dunia medis. Dikenal dengan istilah GERD Anxiety, kondisi ini menggabungkan gejala refluks asam lambung (GERD) dengan gangguan kecemasan (anxiety), yang dapat memicu dan memperburuk satu sama lain.
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada atau ulu hati. Sementara itu, anxiety atau gangguan kecemasan adalah kondisi mental yang ditandai dengan rasa takut, gelisah, dan ketegangan berlebihan. Ketika keduanya terjadi bersamaan, pasien tidak hanya mengalami gangguan fisik, tetapi juga terganggu secara emosional.
Menurut dr. Diana Lilim dari RS EMC Pekayon, banyak pasien yang datang dengan keluhan gejala fisik seperti mual, nyeri perut, dada terasa panas, hingga sesak napas, namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada kelainan organik yang signifikan. “Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata gejala tersebut dipicu oleh kecemasan yang tidak disadari atau tidak tertangani,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Diana menyampaikan bahwa kecemasan dapat memicu produksi asam lambung yang berlebihan serta melemahkan katup bawah esofagus, yang menjadi penyebab utama asam lambung naik ke kerongkongan. Sebaliknya, serangan GERD yang berulang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang menyebabkan ketakutan berlebih hingga gangguan panik.
Gejala umum GERD Anxiety antara lain:
Penanganan GERD Anxiety, lanjutnya, tidak bisa hanya dilakukan melalui pengobatan lambung saja. Diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan pengobatan medis untuk lambung dan terapi psikologis untuk mengatasi kecemasan. “Kombinasi antara konsumsi obat penurun asam lambung, teknik relaksasi, perubahan pola makan, hingga konseling psikologis sangat efektif untuk meredakan gejala,” ungkap dr. Diana.
Masyarakat juga disarankan untuk memperhatikan gaya hidup sehat seperti menghindari konsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak, serta menghindari stres berlebihan. Aktivitas ringan seperti yoga dan meditasi dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Dengan meningkatnya kesadaran akan kaitan antara kesehatan mental dan fisik, para ahli berharap GERD Anxiety bisa lebih cepat dikenali dan ditangani. “Jangan sepelekan gejala lambung yang muncul bersamaan dengan rasa cemas atau panik. Penanganan yang tepat dan menyeluruh akan membuat pasien terbebas dari siklus berulang antara gangguan lambung dan kecemasan,” tutupnya.