Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Tenagakerja (Disnaker) secara resmi membuka Job Fair 2025, pada Rabu (11/06/2025), bertempat di GOR Bung Karo Begadung, Nganjuk.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan pencarian dan penempatan tenaga kerja yang melibatkan puluhan perusahaan lokal dan nasional.
Job fair kali ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Nganjuk dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan akibat dinamika global, terutama dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
“Dampak ekonomi global ini berpengaruh besar pada sektor ketenagakerjaan. Oleh karena itu, saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dan menyukseskan Job Fair 2025 ini,” ujar Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati Nganjuk itu dalam sambutannya.
Menurut Kang Marhaen, tidak hanya menggelar job fair secara tatap muka, Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga mendorong transformasi digital dalam layanan ketenagakerjaan melalui aplikasi Nganjuk Smart City (NSC). Dalam aplikasi tersebut, pencari kerja dapat mengakses fitur Mergawe, yang menyajikan informasi lowongan kerja lokal hingga internasional.
“Cukup dengan satu genggaman, kalian bisa mengetahui banyak informasi lowongan kerja. Kami harap Disnaker terus meng-update info di aplikasi tersebut agar masyarakat mudah mengaksesnya,” tegas Kang Marhaen.
Pada kesempatan itu, Kang Marhaen juga menekankan pentingnya pembinaan mental dan karakter para pencari kerja. Tidak hanya soal skill, tetapi juga daya juang.
“Kita terlahir di Bumi Anjuk Ladang, tanah para pemenang. Maka mental juara harus melekat pada generasi muda Nganjuk,” pesannya.
Sementara itu, Plt. Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, melaporkan bahwa Job Fair 2025 dilaksanakan berdasarkan regulasi nasional dan daerah, di antaranya UU No. 13 Tahun 2003, Permenaker No. 18 Tahun 2024, serta Perda Kabupaten Nganjuk No. 10 Tahun 2024.
“Pemerintah daerah ingin membuka akses seluas-luasnya bagi para pencari kerja. Ini bukan hanya formalitas. Bahkan, Bapak Bupati mengumpulkan langsung para pengusaha untuk memastikan partisipasi mereka,” ungkap Samsul.
Ia menambahkan, pada tahun lalu Kabupaten Nganjuk berhasil menurunkan angka pengangguran secara signifikan. Namun, tantangan tetap ada seiring meningkatnya lulusan sekolah dan kondisi perekonomian global.
“Kami berharap dukungan dari Disnaker Provinsi Jawa Timur agar penempatan tenaga kerja di Nganjuk bisa lebih cepat dan terintegrasi,” pungkasnya.
Adapun, dengan berlangsungnya Job Fair 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Nganjuk dalam menyediakan ruang kolaborasi antara pencari kerja dan perusahaan. Sinergi ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Diakhir acara, Job Fair yang turut di hadir oleh Sekda Kabupaten Nganjuk, Perwakilan Dinas Tenagakerja Provinsi Jawa Timur, BKK dan pimpinan perusahaan tersebut berkesempatan mengunjungi stand loker perusahaan satu per satu dan dilanjut dengan seminar.