Sambut Festival SSK 2025, Dinas PPKB Perkuat Kerjasama Pendidikan Kependudukan


 2025-05-16 |  Desa Malangsari

Nganjuk, PING- Dalam rangka menyambut Festival Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tahun 2025, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Sosialisasi dan Kerjasama Pendidikan Kependudukan, Kamis (15/5/2025), bertempat di Aula Dinas PPKB. Kegiatan ini diikuti oleh 47 sekolah SSK dari seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.

Acara ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Plt Sekretaris Dinas PPKB, Kepala Bidang SSK, narasumber dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ibu Yulia dari Yayasan Mpu Sindok, serta Ibu Rona Merita dari Universitas Pangeran Diponegoro. Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah serta mematangkan persiapan Festival SSK mendatang.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Nganjuk, Asti Widyartini, menekankan pentingnya pendidikan kependudukan sejak dini. Menurutnya, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah wadah pendidikan yang mengintegrasikan materi kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) ke dalam berbagai mata pelajaran dengan pendekatan muatan lokal.

“Melalui SSK, para siswa diajarkan untuk peka terhadap isu-isu kependudukan di sekitarnya dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk menyikapinya. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi dinamika kependudukan, seperti bonus demografi yang jika tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan pengangguran, kemiskinan, masalah kesehatan, dan pendidikan,” ujar Asti.

Ia menambahkan bahwa anak-anak yang menjadi sasaran program SSK hari ini adalah calon pemimpin 10 hingga 15 tahun mendatang. Karena itu, pendidikan yang mereka terima saat ini akan menentukan arah pembangunan daerah di masa depan.

“Kalau kita membekali mereka dengan konsep, keterampilan, dan pengetahuan yang tepat serta kemampuan mengambil keputusan yang baik, mereka akan mampu menghadapi tantangan apa pun dan menjadi pribadi yang unggul,” tambahnya.

Festival SSK 2025 saat ini masih dalam tahap awal, diawali dengan rapat koordinasi dan pembahasan sekolah yang berstatus “paripurna”, seperti SMPN 1 Loceret dan MTs 1 Aisyiyah. Dari 47 sekolah SSK di Kabupaten Nganjuk, diharapkan jumlah sekolah berstatus paripurna akan terus bertambah.

Sebagai bentuk apresiasi, Dinas PPKB menyiapkan piagam penghargaan bagi sekolah dengan predikat paripurna baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. “Ini adalah kerja sama kita semua dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan. Kami ingin anak-anak terampil dalam membuat perencanaan dan mengantisipasi masalah,” tutur Asti.

Menutup sambutannya, Asti juga memaparkan data pembangunan Kabupaten Nganjuk yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nganjuk naik dari 74,70 pada 2023 menjadi 75,24 di tahun 2025. Tingkat pengangguran juga menurun dari 4,68% pada 2023 menjadi 3,87% di 2024. Demikian pula tingkat kemiskinan, yang turun dari 10,89% menjadi 10,17%.

“Artinya, kualitas hidup masyarakat Nganjuk semakin meningkat. Anak-anak kita harus optimis, masa depan Kabupaten Nganjuk akan semakin baik,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat, bersinergi dalam menciptakan generasi muda yang sadar akan pentingnya kependudukan dan siap menjadi agen perubahan menuju Nganjuk yang lebih maju.