Malangsari, Tanjunganom — Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Kunjungan Lomba Perpustakaan Desa Tahun 2025 tingkat Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Nganjuk yang ke-1088.
Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan menumbuhkan kegemaran membaca di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan dilaksanakan di Perpustakaan Desa Malangsari pada Selasa, 29 April 2025, dan dihadiri oleh Camat Tanjunganom, perangkat desa Malangsari, tim penilai dari Dinas Arpus, serta tamu undangan dari unsur masyarakat dan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Camat Tanjunganom, Johansyah Setiawan, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Desa Malangsari sebagai lokasi kunjungan lomba. Ia menegaskan pentingnya keberadaan perpustakaan desa sebagai pusat pembelajaran dan informasi masyarakat.
“Perpustakaan desa bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi juga sarana membangun karakter dan pengetahuan masyarakat. Kami bangga Desa Malangsari mampu menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan literasi,” ujarnya.
Kepala Desa Malangsari, Mujianto, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya. Ia menambahkan bahwa perpustakaan desa yang dikelola bersama oleh pemerintah desa dan masyarakat telah menjadi tempat yang aktif digunakan oleh anak-anak, remaja, dan warga dewasa untuk belajar dan mengakses informasi.
“Kami terus berupaya mengembangkan layanan, mulai dari penambahan koleksi buku, pelatihan literasi digital, hingga kegiatan dongeng dan belajar bersama anak-anak,” ucapnya.
Tim penilai dari Dinas Arpus Nganjuk meninjau langsung fasilitas perpustakaan, program kerja, serta inovasi-inovasi yang dijalankan. Penilaian ini menjadi bagian dari proses lomba perpustakaan desa tingkat kabupaten, yang nantinya akan menentukan desa-desa terbaik dalam pengelolaan literasi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk untuk terus memperkuat peran perpustakaan desa sebagai motor penggerak budaya baca dan literasi.