Nganjuk, PING- Sebanyak sepuluh pasangan finalis Duta Genre Kabupaten Nganjuk 2025 mengikuti Grand Final yang digelar pada Selasa, 15 April 2025. Ajang ini menjadi penentu akhir bagi para finalis yang telah melewati rangkaian seleksi ketat untuk menjadi Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Nganjuk tahun ini.
Dari total 127 peserta yang mendaftar, sebanyak 20 pasangan dinyatakan lolos seleksi administrasi. Proses seleksi kemudian berlanjut melalui tahapan wawancara, presentasi, dan forum group discussion (FGD) yang dilaksanakan pada 24 Februari lalu. Dari tahapan tersebut, terpilih 10 pasangan terbaik yang melaju ke babak final.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nganjuk, Nafhan Tohawi, menyampaikan bahwa seluruh finalis telah menjalani masa karantina selama dua hari sebelum mengikuti Grand Final. Selama masa karantina, para finalis dibekali berbagai materi penting untuk mendukung peran mereka sebagai duta remaja.
“Materi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi remaja, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), penyiaran (broadcasting), hingga peran sebagai pendidik dan konselor sebaya,” ujar Nafhan, Selasa (15/4/2025).
Selain itu, para finalis juga mendapatkan pembekalan tentang pendewasaan usia perkawinan, delapan fungsi keluarga, perencanaan kehidupan berkeluarga, pencegahan penyalahgunaan Napza, pencegahan stunting, serta pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan gizi seimbang bagi remaja.
Nafhan menambahkan, pemilihan Duta Genre bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi dan promosi program Bangga Kencana, khususnya dalam memperkuat ketahanan remaja. Para Duta Genre diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan edukasi dan informasi penting kepada teman sebaya, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Nganjuk.
“Duta Genre yang terpilih nantinya akan menjadi figur teladan yang mendorong inovasi dan kreativitas dalam menyebarkan informasi, pendidikan, serta layanan konseling di kalangan remaja,” pungkas Nafhan.
Ajang ini menjadi wadah positif bagi generasi muda Nganjuk untuk berkembang secara mental, fisik, intelektual, spiritual, dan sosial. Selain itu, mereka juga diharapkan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui peran aktif dalam isu-isu kependudukan dan kesehatan remaja.