Pemkab Hadir Fasilitasi Mediasi antara Petani dan Bulog


 2025-03-26 |  Desa Malangsari

Nganjuk PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk memberikan ruang mediasi antara para petani dengan Perum Bulog terkait anjloknya harga gabah pada Senin, 24 Maret 2025. Langkah ini diambil setelah sejumlah petani dan kepala desa mendatangi Kang Marhaen untuk mengadukan nasib mereka yang kesulitan menjual hasil panen dengan harga layak.

Para petani mengeluhkan bahwa Bulog tidak membeli gabah mereka, sehingga mereka terpaksa menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga lebih rendah. Menyikapi hal ini, Kang Marhaen langsung memfasilitasi pertemuan antara petani dan pihak Bulog guna mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Dalam mediasi tersebut, perwakilan Bulog menjelaskan bahwa keterbatasan pembelian disebabkan oleh stok gudang yang masih penuh, aturan standar operasional (SOP) yang harus dipatuhi, serta keterbatasan alat pengering. Selain itu, banyak petani yang belum terdaftar dalam sistem, sehingga belum memenuhi persyaratan administrasi untuk menjual gabah ke Bulog.

Kang Marhaen menegaskan bahwa Pemkab Nganjuk berkomitmen untuk mencari solusi yang menguntungkan petani. “Kami memahami kesulitan yang dihadapi petani dan akan terus berupaya agar ada titik temu yang tidak merugikan pihak manapun,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Nganjuk akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Bulog dan dinas terkait untuk memastikan lebih banyak petani dapat terdaftar dalam sistem, serta mengupayakan langkah strategis agar harga gabah tetap stabil dan menguntungkan petani.