Pengobatan Tradisional telah lama populer di Indonesia. Menurut catatan sejarah, Indonesia telah menggunakan pengobatan tradisional sejak abad ke-5 hingga abad ke-19.
Beberapa kerajaan di Nusantara seperti Sriwijaya, Majapahit dan Mataram telah menggunakan tanaman tradisional sebagai obat andalan untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan memelihara kesehatan.
Pengetahuan mengenai pemanfaatan obat herbal terus diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu naskah lama mengenai obat tradisional yang masih dilestarikan adalah naskah jawa Serat Primbon Jawi Jilid I. Naskah tersebut berisi mengenai tanaman yang dapat digunakan sebagai obat alami (herbal) untuk menyembuhkan penyakit. Salah satunya, mengenai 8 daun yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal, diantaranya:
- Daun asam jawa atau biasa disebut tamarindus indica dapat digunakan sebagai obat penghilang mual, menambah nafsu makan, dan menghilangkan rasa sakit. Selain itu, daun ini bermanfaat untuk mengobati koreng, bisul, campak, asma, demam, batuk kering, sakit panas, sakit perut, dan bengkak akibat sengatan lebah/lipan. Daun ini juga mengandung lavonoid, saponin, dan tanin yang berguna untuk menurunkan kolestrol.
- Daun inggu atau dikenal dengan istilah ruta angustifolia, memiliki kandungan minyak asiri, pinane, tanin, ketone, dan lain sebagainya. Daun ini bermanfat untuk obat sakit kepala, demam, flu, cacingan, eskim, membersihkan darah, pelebaran pembuluh darah, radang paru-paru, batuk, hepatitis, hernia, dan lain sebagainya.
- Daun karandang atau biasa disebut karanda fruit mengandung alkaloid. Kandungan ini menjadikan daun karandang memiliki khasiat untuk mengobati sariawan dan gatal. Apabila daunnya digerus dan diambil airnya, dapat digunakan sebagai obat diare, demam, sakit telinga, dan radang mulut.
- Daun meniran atau dikenal dengan phyllanthus niruri menjadi bahan jamu yang disebut fitofar atau telah melampaui persyaratan aman dan diklaim berkhasiat melalui hasil uji klinik. Daun ini dapat digunakan untuk mengobati sakit diare, infeksi saluran pencernaan, pereda demam, dan penyakit lain yang disebabkan gangguan fungsi hati.
- Daun pegagan atau dikenal dengan nama centelia asiatica, memiliki efek herbal tonikum, immuno modulator, anti radang, diuretik, anti infeksi, dan astringent. Selain itu, daun ini juga kaya antioksidan untuk menangkal radikal bebas, seperti kanker, gangguan jantung, stroke, kencing manis dan parkinson. Efek dari antioksida ini dapat meningkatkan daya ingat, kewaspadaan, konsetntrasi, menyembuhkan radang tenggorokan, dan sebagainya.
- Daun Saga atau dikenal dengan nama abrus precatorius memiliki kandungan protein, vitamin A, B1, B6, C, glisirizin, kalsium oksalat, saponin, polygalacturomic acid, dan pentosan. Daun ini berguna untuk menyembuhkan sariawan, batuk, radang tenggorokan, dan susah buang air besar.
- Daun Urat atau dikenal dengan nama broad-leaved plantain memiliki kandungan plantagin, ursolic acid, aucubin, bethasitosterol, hentria-contane, dan plantaglucide, yang dapat digunakan untuk menyembuhkan batuk kering, cacingan, wasir, serta membersihkan darah luka dan lain sebagainya.
- Daun waru atau disebut hibiscus tiliaceus memiliki efek herbal antiradang, diuretik, ekspektoran,dan antipiretik yang dapat menyembuhkan radang dan diare, mengeluarkan dahak, diare, bisul, amandel, dan lain sebagainya. Dilansir dari jurnal UNY, 2016.